The history of Edible Bird's Nest (Sejarah Dikenalnya Sarang Burung Walet)


Bird’s nest trading has occurred for more than 1000 years. Although about 80% bird’s nest production comes from Indonesia, uniquely most bird’s nest consumption is in China. Initially bird’s nest dish was only enjoyed by the Chinese royal families. Chinese royalty fascination about eternal life triggers them to obsessively look for food source for longevity. Historian mentions that because of China's trade expeditions to the East Asia and Southeast Asia for the search. They found different kind of new medicines, such as ginseng, lingzhi, cordyceps, and of course one of the most cherished findings is edible bird’s nest. These items are commonly traded with silk and Chinese porcelain.

Because of the scarcity and powerful health effect, edible bird’s nest has been accepted as a form of delicacy up until now. Its high value earns a nickname "white gold" and “caviar of the east”. Today bird’s nest is perceived as a symbol of health and prestige. That is why, bird’s nest is perceived as luxurious and respectful gift among the Chinese community. Bird’s nest is included in the list of “5 foods of heaven”, which also consist of shark fin, abalone, sea cucumber, etc.

Sejarah Dikenalnya Sarang Burung Walet

Perdagangan sarang burung walet telah terjadi selama lebih dari 1000 tahun. Meskipun produksi sarang burung walet 80% berasal dari Indonesia, uniknya sebagian besar konsumsi sarang burung walet adalah di China.

Obsesi tentang kehidupan kekal memicu para anggota kerajaan China untuk mencari sumber makanan untuk umur panjang. Sarang burung walet menjadi hidangan istimewa para bangsawan untuk menjaga kesehatan dan mempertahankan awet muda.

Sejarawan menyebutkan ribuan tahun yang lalu China melakukan ekspedisi ke Asia Timur dan Asia Tenggara. Dalam ekspedisi mereka menemukan berbagai jenis obat-obatan baru, seperti ginseng, lingzhi, cordyceps, dan tentu saja salah satu temuan yang paling berharga adalah sarang burung walet. Barang-barang tersebut biasanya diperdagangkan dengan sutra dan porselen.

Sifatnya yang langka dan berkhasiat tinggi membuat sarang burung walet bernilai tinggi hingga waktu itu disebut sebagai "emas putih" dan “kaviar dari timur.”

Sarang burung walet dianggap sebagai simbol dari kesehatan dan prestise. Itu sebabnya, sarang burung walet dianggap sebagai hadiah yang mewah dan terhormat di kalangan masyarakat China. Sarang burung walet termasuk dalam daftar "5 makanan surga", termasuk diantaranya adalah sirip ikan hiu, abalone, teripang, dll.